Sabtu, 06 Agustus 2011

Dengarkan Hatimu :)

Disaat hatimu tak dapat lagi menentukan pilihan, rehatlah sejenak. Hatimu pun butuh istirahat tuk menjernihkan kembali pada posisinya semula. Ingatkah kau, hatimu ketika lahir begitu suci, bersih tanpa noda. Seiring bertambahnya usiamu, pemikiranmu, dan kedewasaanmu, tengoklah hatimu, ada berapa luka disana? Tak terasakah kau saat hatimu serasa disayat-sayat, dimutilasi, perih karena perbuatanmu? Ada saatnya hatimu merasa lelah dan jengah dengan sikap dan keputusanmu. Dia hanya bisa terdiam ketika peringatannya tak kau hiraukan. Dia hanya bisa merasakan sakit akibat tingkahmu. Kini hatimu butuh waktu tuk memulihkan ke kondisi semula. Memang, bekas luka takkan hilang begitu saja, terkadang luka tersebut tumbuh kembali di kala hatimu belum sembuh benar dan kau paksakan ia tuk mengikuti keinginanmu. Hatimu juga butuh hidup. Kurangilah egomu, mengertilah hatimu, karena hati hanya ingin kebaikan untuk hidupmu. Sekarang, dengarlah keluhan hatimu, meski bayang-bayang masa lalu akan kembali hadir, terimalah. Hatimu hanya ingin kau mengihklaskan apa yang pernah terjadi. Hatimu tak ingin menyimpan dendammu, dia terlalu berat sebagai tempat penyimpan dendam-dendammu yang tak beralasan. Ikhlaskanlah agar hatimu tenang dan damai, biarkanlah dia ceria seperti sedia kala dan siap menemanimu menjalani kehidupan ini. Andai hatimu bisa bicara, dia kan katakan “jangan sakiti aku lagi”.

Sabtu, 23 Juli 2011

Cinta dimasa SMA, cinta monyet ataukah cinta yang sesungguhnya?

Ada kisah salah satu muridku yang tiba-tiba bertanya ketika kegiatan belajar mengajar akan berakhir, sebut saja namanya Deden.

Deden : “bu boleh tidak aku curhat?”

Bu widi : “kamu berani bayar ibu berapa?”

Deden : “yah ibu mah, pake bayaran jeh, ga jadi dech!”

Beberapa saat kemudian, “bu beneran nih aku pingin banget curhat ma ibu, boleh ya?”

Bu widi : “memangnya kamu mau curhat tentang apa?”

Deden : “masalah hati bu, boleh ya?”

Bu widi : “kamu yakin mau cerita di sini, kan banyak teman-temanmu yang tahu nanti”

Deden : “ga papa bu, bener nih bu boleh?”

Bu widi : “ya silahkan aja klo kamu ga malu yang lain tahu masalahmu”

Deden : “gini bu, aku punya cewe, tapi dia minta aku melupakan dia bu, sedangkan aku dah cinta mati ma dia bu.”

Bu widi : “mungkin dia dah ga cinta lagi ma kamu”.

Deden : “nggak bu, dia bilang justru karena dia sayang ma aku dia minta aku melupakan dia dan mencari penggantinya. Hatiku dah mantap ma dia bu, Cuma dia.”

Bu widi : “lah….bukannya itu bagus, berarti kamu bias nyari cewe lain yang lebih baik dari dia.”

Deden : “yah ibu mah, aku kan dah bilang aku cinta mati ma dia bu. Aku ga bias mencintai cewe lain.”

Bu widi : “terus kenapa dia bias nyuruh kamu melupakan dia, masalahnya apa?”

Deden : “dia mau bekerja di luar negeri bu, dia bilang aku ga usah nunggu dia, dan minta tuk mencoba nyari cewe yang lain. Padahal aku dah bilang aku mau menunggu dia dan akan tetap setia padanya, tapi dia maksa agar aku melupakan dia bu, aku harus gimana dong bu?”

Bu widi : “ya udah cari aja cewe lain yang lebih baik. Lagi pula ngapain juga kamu nunggu dia, sakit loh!”

Deden : “iya sih bu, tapi aku ga mau putus ma dia bu. Aku masih cinta ma dia. Aku Cuma saying ama dia”

Bu widi : “ya klo gitu, silahkan saja kamu menyakiti dirimu sendiri, klo dia ngomong seperti itu berarti dia dah ga cinta lagi ma kamu.”

Deden : “ah ibu mah, trus aku mesti gimana bu?”

Bu widi : “lupakan dia, dan focus tuk belajar, klo kamu memang berjodoh sama dia, nanti juga akan dipertemukan lagi. Sekarang kamu belajar aja yang benar, biar jadi orang sukses, klo dah sukses cewe manapun yang kamu mau pasti dapat.”

Deden : “tapi susah bu, aku ga bias melupakannya”

Bu widi : “di coba aja, nanti juga kamu bias melupakannya, apalagi kalo ada cewe lain yang menggaet hatimu, dia pasti hilang dari ingatanmu”

Deden : “ga akan mungkin bu, cintaku hanya untuk dia”

Haduh-haduh, aku ga nyangka muridku bias seperti itu, padahal kalo dilihat dari tampangnya seperti preman, namun hatinya ternyata bias melo juga.

Ini hanyalah sepenggal kisahku dengan murid-muridku. Pertama kali mengajar aku mendapatkan kelas XI TKR 2 (Teknik Kendaraan Ringan), dimana sekelas muridnya cwo smua. Awalnya aku ragu, apakah bias aku menghadapi mereka terutama kenakalan mereka, karena denger-denger dari cerita guru-guru lain bahwa kelas XI TKR 2 susah diatur. Aku masih ingat tatapan mereka ketika pertama kali aku masuk, ada yang biasa saja, ada juga yg dengan tatapan genit sambil senyam-senyum, ada juga yang langsung to the point menggoda. Maklumlah, mereka bersikap seperti itu karena kondisiku yang masih single. Dengan berjalannya waktu, akhirnya aku bias juga menaklukan hati mereka, meski butuh kesabaran yang benar-benar ekstra! Butuh pendekatan dari hati ke hati dengan mereka, apalagi aku baru lulus dari salah satu perguruan tinggi yang ada di Indramayu dan belum memiliki banyak pengalaman. Modalku adalah nekat dengan niat yang baik. Karena aku pun sewaktu di kampus aktif di beberapa organisasi kampus dan berkomunikasi dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi. Mengenai murid-murid yang menggodaku, awalnya aku dibuat stress oleh mereka! Sewaktu di kampus dulu, ada beberapa adik tingkat yang dating dan menembak (alias menyatakan cinta), bagiku tidak jadi masalah, aku hanya ucapkan terimakasih dan kita cukup berteman saja. SELESAI. Kini, yang aku hadapi adalah murid-muridku, dimana aku tidak bias menyamakan mereka dengan adik2 tingkatku yang menyatakan cinta. Huff, benar-benar beban mental dan psikologis. Tiap hari dapat sms “selamat pagi”, “selamat siang”, “selamat malam”, “met bobo”, “gingapainbu?” sampai kirim sms puisi. Smuanya aku nikmati dan berusaha memahami gejolak mereka yang memang dimasa-masa puber.
Aku ingin memunculkan sikap pertemanan dengan mereka, karena sesungguhnya mereka jenuh dengan sikap guru yang hanya bias marah-marah tanpa mau mendengarkan keluhan mereka. Di awal memulai pdkt, aku sering bertanya, ko bias ya? Aku kan guru mereka? Tapi, akhirnya aku menyadari bahwa mereka pun memiliki perasaan yang sebetulnya mereka sendiri juga sedang mempelajari untuk mengendalikannya. Yupz, kini ketika mereka naik ke kelas XII dan aku tidak mengajar mereka lagi, yang ada justru kerinduan, baik aku merindukan mereka dan mereka yang merindukanku. Aku rindu sikap mereka yang terkadang masih kekanak-kanakan ketika meminta perhatianku untuk menjelaskan materi yang belum mereka pahami. Mereka adalah bagian dari sejarah hidupku. Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari mereka. Aku belajar kesabaran, pengertian, kasihsayang dan cinta karena mereka. Mendengar cerita dari wali kelas mereka yang mengatakan bahwa meraka kecewa ketika aku tidak mengajar mereka lagi, aku hanya bias tersenyum. Mungkin ini yang terbaik untuk semuanya. Saling menjaga hati.

Terimakasih untukmu, Murid-muridku

Rabu, 20 Juli 2011

Ketika Cinta Menghampiri

cinta tak pernah kupelajari di bangku sekolah, kuliah atau pun dari orang tua, cinta datang dengan sendirinya menghampiriku dan mengajakku tuk mengenalnya. berbagai orang hadir, ada yg sekedar lewat, dan berlalu dalam kehidupanku smuanya mengajarkan cinta kepadaku. ada yg membuatku serasa melayang terbuai angan-angan indah bak putri raja yang dilayani sang pangeran, kadang ada yang membuatku hanya terdiam terpaku, bingung harus berbuat apa, ada pula yang menyayat hatiku, serasa periiiih mencengkeram, dan itu semua kulalui dengan menerimanya, karena inilah takdirku. inilah pelajaran berharga yang Tuhan ajarkan padaku. tak ada KTSP, SILABUS, RPP, atau administrasi guru yang biasa aku buat diawal memulai Kegiatan Belajar Mengajar. Pelajaran cinta bukanlah teori, melainkan Tuhan menghadapkanku pada kenyataan CINTA. dan kini aku berada pada posisi diantara dua pilihan, karena CINTA yang kini hadir justru memperumitku dan memaksaku tuk memilih, CINTA SEMU atau CINTA HAKIKI?

Senin, 21 Juni 2010

saya kini @_@

hidup ini ternyata unik. saya tak pernah membayangkan akan menjalani hidup seunik ini. semasa SMP saya membayangkan ingin menjadi gadis yang tomboy, suka naik sepeda, dan banyak bergaul dengan teman-teman cowo. karena pada saat itu saya adalah gadis yang pendiam, kuper, dan pemalu terutama sama cowo.
ketika tingkat SLTA keinginanpun berubah, saya membaayangkan menjadi gadis yang baik, ramah, lemah lembut, penuh kasih dan mandiri. saya tidak ingat apa alasan ingin menjadi gadis seperti itu. namun, hal ini ternyata mempengaruhi sikap dan sifat saya ketika masuk ke perguruan tinggi.
dan pada saat kuliahlah saya merasakan sebuah perubahan yang begitu dahsyat!!!
bertemu dengan orang-orang yang tak pernah saya rencanakan di dunia ini. masuk ke beberapa organisasi yang menjadikan saya berusaha mengerti untuk apa saya hidup di dunia ini? dan berusaha memahami siapa saya?
dan ketika lulus kuliah, hidup semakin rumit. saya mempertanyakan kembali apa yang telah saya yakini. bahkan saya meragukan eksistensi Tuhan. untuk beberapa waktu, tanpa saya sadari saya telah menjadi seorang atheis.
tapi ternyata Tuhan mempunyai rencana lain. pertanyaan-pertanyaan yang muncul perlahan mulai terjawab. Tuhan memberiku teman yang tak pernah meninggalkanku dan bahkan selalu mengajakku tuk mempertegas keyakinanku. adalah qur'an. ketika membacanya dan memahami terjemahannya, saya merasa diajak berdebat dan melunturkan keraguan saya terhadap eksistensi Tuhan.
dan kini, saya hanya ingin menjadi hamba Tuhan. "hidup ini indah bila kau tahu cara tuk menjalaninya". inilah nasehat yang begitu menyentuh hati saya. jadi, saya serahkan hidup ini seperti apa yang Tuhan inginkan, dan inilah mesteri yang harus saya temukan dan selesaikan.

Kamis, 12 November 2009

AHMAD MUHAMMAD JAMAL

Ahmad Muhammad Jamal lahir di Mekkah Al-Mukarramah, tahun 1343 H/1924 M. beliau seorang Da’I, Penulis dan Sastrawan.

Pendapat Ahmad Muhammad Jamal,
“generasi muda itu unsur terpenting yang akan memegang urusan masa depan. Karena itu, pertumbuhan mereka harus diperhatikan, diberi pengetahuan yang mereka butuhkan, dan Islam disampaikan kepada mereka dengan metode yang menyenangkan, menarik, dan bertahap. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan nasihat kepada para sahabat, secara bertahap dan berselang, untuk menghindari kejenuhan.

HAJI MUHAMMAD AMIN AL-HUSAINI

Muhammad Amin lahir di Al-Quds tahun 1893. Beliau adalah seorng Mufti Besar dan Mujahid Agung.
Komentar Muhammad Amin tentang keberadaan tentara yang dibentuknya,
“kader-kader ini akan menjadi teladan yang harus dicontoh pasukan di masa mendatang. Anggotanya terdiri dari putra Negara-negara besar Arab; Maroko, Tunisia, Mesir, Irak, Palestina, dan lain-lain. Pasukan ini harus menjadi sarana pembebasan unsure-unsur umat dan pelopor persatuan. Saat ini, umat kita disekat dengan batas wilayah sejak masa-masa kemunduran dan penjajahan, sehingga muncul perbedaan logat bahasa dan tradisi. Karena itu, harus ada upaya menyatukan kembali umat dan tsaqofahnya.”
“solusi masalah Palestina tidak terwujud dengan mengalah dan menelantarkan hak-hak rakyat Palestina, hingga memupuskan harapn bangsa Palestina untuk hidup mulia. Masalah Palestina tidak member tempat sedikitpun untuk kehidupan damai berdampingan dengan musuh. Sebab, kita tahu dengan yakin bahwa musuh tidak ingin hidup berdampigan dengan seorang pun. Mereka hanya ingin mengulur-ngulur waktu untuk menimpakan kerugian pada umat, keselamatan, masa depan generasi, dan merampas segala milik kita. Mereka meyakini Negara milik mereka secara keseluruhan, bahkan seluruh alam milik mereka. Keyakinan Yahudi seperti ini diketahui setiap orang yang mempelajari sejarah Yahudi, buku-buku, masa lalu, dan masa sekarang mereka. Mereka menipu kita untuk mencari saat yang tepat melaksanakan rencana-rencana busuk,”
“masalah Palestina hanya dipandang dari satu cara pandang. Yaitu, pandangan Yahudi dan Zionis dan mengabaikan pandangan-pandangan bangsa Arab…”
“hak bangsa Arab terhadap Palestina dimulai sejak ribuan tahun. Sedangkan Yahudi hanyalah kelompok zalim, sewenang-wenang dan perampas. Ditambah lagi ambisinya yang tidak hanya ingin menguasai Palestina, tetapi seluruh Negara Arab yang berdekatan dengannya, termasuk tempat-tempat suci kami. Pada kesempatan ini, saya ingin mengatakan kepada kalian, bahwa pemerintah Inggris adalah pemrakarsa perjanjian Bolfour, yang mengangkut dan melindungi imigran Yahudi ke Palestina, serta member perlindungan kepada pemimpin mereka sampai saat ini. Al-Quranul Karim yang kami imani, mendasari hidup dan mati kami itu mengutuk Yahudi, sebagaimana kutukan kitab Taurat dan Injil terhadap mereka. Kesewenanggg-wenangan mereka terhadap tanah suci, harus kami cegah dengan harta dan nyawa kami.
Dukungan kalian yang terang-terangan kepada musuh kamu dan sikap permusuhan kalian terhadap bangsa Arab, menjadikan kami ingin memutuskan hubungan dengan Negara kalian, membatalkan transaksi-transaksi perusahaan-perusahaan kalian di negeri kami, dan menghapus hak-hak istimewa yang kami berikan kepada perusahaan tersebut. Kami tidak tergesa-gesa melakukan tindakan seperti ini, karena mengharap Amerika mengevaluasi dirinya dan memperbaiki sikapnya terhadap masalah Palestina. Lalu, beralih dari mendukung kebatilan yang jelas menjadi memberi dukungan kepada kepentingan ekonomi kalian di negeri kami…”

MUHYIDDIN AL-QULAIBI

Muhyiddin Al-Qulaibi lahir di desa Qulaibiyah, Tunisia. Beliau adalah seorang Pemimpin dan Mujahid.

Pendapat Muhyiddin Al-Qulaibi,
“kita tidak menemui manusia dengan pakaian, tapi dengan jiwa kita. Laki-laki itu diukur dengan pengalamannya, bukan dnegan penampilannya.”
Muhyiddin Al-Qulaibi juga mengingatkan untuk tidak memperdulikan orang-orang yang enggan berjuang, atau para pengacau. Sebab, hakikat kehidupan itu pertarungan antara hak dan batil, antara kekafiran dengan keimanan. Tunggulah, pada akhirnya Islam pasti menang. Kaum Muslimin mengalami kekalahan jika meninggalkan manhaj Allah dan Rasul-Nya. Sunnatulah pasti terus berlaku dan tidak mengenal piih kasih. Siapa menanam, ia memetik hasilnya. Siapa bersungguh-sungguh, ia menemukan harapannya. Siapa yang berjalan, ia tiba di tempat tujuan.
Para pemuda harus selalu menyiapkan diri dan perbekalan. Musuh Allah tidak pernah berhenti memerangi Islam dan kaum muslimin, hingga kaum muslimin meninggalkan Islam dan mengikuti keinginan mereka.
“mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah : 217)
Waspadalah wahai pemuda Islam. Kalian harapan umat, maka jangan kecewakan harapan mereka. Jadilah tokoh masa depan yang cemerlang dan bekal umat dalam menghadapi ancaman.
“apa manfaat hidup dan kesehatanku, jika tidak kugunakan untuk memenuhi hak Allah dan melaksanakan kewajibanku? Saya hidup untuk beramal di jalan Allah. Karena itu, saya tidak akan meninggalkan amal demi hidup.”
“saya merasa ajalku telah dekat. Sementara ada beberapa hal yang ingin kukatakan dan lakukan buat kaum muslimin. Mungkin, tiada waktu yang cukup untuk menunggu. Karena itu, saya harus memaksa diriku, demi mewujudkan apa yang kuinginkan, sebelum ajalku datang. Saya tidak akan berhenti melayani aqidahku, karena mempertahankan tubuh yang akan binasa ini dan tidak akan mengutamakan keselamatanku daripada penunaian risalahku. Apabila saya terbunuh karenanya, saya ucapkan selamat datang kematian demi taat kepada Allah.”